rifai on January 31st, 2010

Beberapa kampus di berbagai kota di Rusia tempat mahasiswa Indonesia menuntut ilmu

admin on March 19th, 2009

Memiliki nama lengkap Myriam P Sarachik, ia merupakan seorang ilmuwan fisika wanita yang menjabat presiden American Physical Society. Ia dilahirkan di kota Antwerp Belgia pada tahun 1933. Myriam mengikuti sekolah dasar di Antwerp dan Havana, Kuba. Ia dan keluarganya melarikan diri dari negerinya Belgia yang telah diduduki oleh Nazi, mereka dipenjara di Perancis tapi berhasil meloloskan diri ke Cuba.

Perang dunia II telah menguatkan tekadnya untuk menjadi wanita yang tidak buta oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada tahun 1947, Myriam hijrah ke Amerika Serikat melanjutkan sekolah menengah atas di  Bronx High School of Science New York. Setelah lulus ia melanjutkan kuliah fisika di Barnard College ia lulus dengan prestasi cum laude pada tahun 1954. Setelah itu ia melanjutkan ke Columbia University  mengambil Master of Science (lulus 1957) dan Ph.D (lulus 1960) dimana setahun sebelum mengambil master ia bekerja di Laboratorium IBM Waston, kemudian pada malam harinya ia mengajar di CCNY (City College of New York) selain itu ia juga salah satu staf teknik Bell Telephone Laboratories di Muraay Hill, New Jersey. Ia merupakan sosok wanita pekerja keras, patang menyerah dan memiliki dedikasi tinggi terhadap ilmu pengetahuan.

Pada September 1964 ia terpilih sebagai asisten profesor di CCNY kemudian pada tahun 1971 ia diangkat menjadi profesor. Ia bekerja sebagai pengajar ekskutif program Ph.D di Universitas CUNY (City University of New York ) dari tahun 1975 sampai 1978. Read the rest of this entry »

admin on March 19th, 2009

Mungkin santai bentar dari rutinitas yang ada, skripsi terus merenggut waktu dan tenaga, tapi inilah jalan yang harus ditempuh. Pergulatan waktu dan buku membuat semua menjadi kaku dan gatal. Kaku menjadi seorang yang sok pemikir dan gatal menjadi seorang yang kotor

Teringat obrolan pagi buta di facebook chat tentang kamera SLR ma pemilu. Kayaknya dari dua “benda” ini mempunyai kesamaan yang sama walau tak sama. Ini juga masih “analisa” yang belum tentu bisa dipercaya kebenarannya alias subjektif banget.

Pertama, dari “muter-muter” di internet terutama facebook, kayaknya semakin banyak orang yang “menggandrungi” fotografi. Bawa-bawa kamera SLR, kalau nggak, ya pose lagi moto, kira-kira begitu kebanyakan foto sekarang yang di “tempel” di foto profil facebook. Kayaknya itu yang lagi trend di Indonesia atau memang dunia dan temen-temen di Indonesia yang kebanyakan tukang foto alias fotografer. Apa memang harganya murah kamera gituan di Indonesia?

Haruskah gambar ini?

Read the rest of this entry »

admin on March 12th, 2009

Keputusan Mahkamah Konstitusi menolak permohonan uji materi UU pemilu untuk membuka jalan munculnya capres independen dalam panggung pemilu Indonesia merupakan salah satu isu menarik dalam pembelajaran demokrasi di Indonesia. Diantara kebebasan untuk memilih dan dipilih dalam sebuah pesta demokrasi, ternyata masih terdapat sebuah diskriminasi yang tidak demokratis menurut saya.

Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa tidak ada pasal-pasal yang bertentangan antara UU pemilu dengan UUD 1945 seperti yang diajukan oleh pemohon. Namun, keputusan Mahkamah Konstitusi ini pun tidak diraih secara aklamasi karena dari delapan hakim yang menangani, tiga diantaranya menyatakan dissenting opinion (berbeda pendapat). Dari sini saja kita bisa menarik kesimpulan bahwa sebenarnya masih ada sesuatu yang “bertolak belakang” dalam sistem demokrasi Indonesia, khususnya UU pemilu.

Namun itu hanyalah sebuah wacana dari segi hukum, sebuah peraturan yang kita buat dan tentu saja dapat dirubah. Essensi dari hukum buatan manusia menurut saya adalah sebuah rangkaian peraturan yang harus kita patuhi untuk menciptakan keteraturan dalam berbagai hal yang diatur oleh hukum tersebut. Hukum ini menurut saya, bukan digunakan untuk menyatakan sesuatu itu salah atau benar. Hukum ini akan terus berevolusi mencari bentuknya yang terbaik sesuai masa nya. Read the rest of this entry »

Telah terjadi kesalah kaprahan yang luar biasa yang terjadi di Republik Indonesia dengan layanan mobile internet yang dikeluarkan oleh perusahaan telepon seluler tanah air. Mobile internet yang di dalam promosinya dicanangkan sebagai layanan internet bergerak untuk mendukung mobilitas penggunanya ternyata digunakan sebagai layanan dedicated internet pengguna rumahan. Dimana penggunaan datanya sangatlah ekstensive. Dalam hal ini download dan upload file berukuran besar, layanan video streaming berkualitas tinggi yang memakan bandwith sangat besar, tentu saja sangat berbeda bila dibandingkan dengan penggunaan bandwith perangkat seluler multimedia yang ukuran maksimal layarnya hanyalah 3,5 inchi.

Suatu pemborosan pite frekuensi yang sangat luar biasa. Patut diingat bahwa pita frekuensi untuk layanan seluler sangatlah terbatas. Untuk itu harus digunakan seefisien mungkin. Karena pada prinsipnya, pita frekuensi yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk operator seluler tidaklah terlalu lebar. Berkisar antara 10 Mhz – 30 Mhz, untuk masing-masing operator seluler.

Read the rest of this entry »

admin on February 12th, 2009

Rasanya saya tidak perlu panjang lebar menceritakan galau-nya perekonomian dunia saat ini. Segala macam bentuk kemunduran pertumbuhan ekonomi, penumpukan hutang, penurunan target penjualan, terganggunya kegiatan ekspor-impor,kredit macet dan seterusnya, telah membuat kita berada di satu posisi terjepit yang seolah-olah tidak mempunyai banyak pilihan selain “ikhlas” dengan naiknya harga-harga bahan pokok, tingginya pembiayaan cicilan kredit, dan bahkan PHK. Semuanya terasa begitu gelap dan suram. Setelah pada tahun 1998 yang lalu perekonomian kita babak belur, maka kali ini tepat 10 tahun sesudahnya, ancaman bakal porak poranda-nya sendi-sendi perkonomian kita seolah begitu nyata mengancam di pelupuk mata.

Jika tahun lalu, kalangan ekonom dan pengusaha kita sibuk menyalahkan pemerintah dengan segala permasalahan kebijakan, hutang dan faktor KKN yang akut, maka akhir tahun 2008 kemarin ekonom dan pengusaha kita berbalik 180 derajat dengan bersikap terbuka, untuk bahu membahu mengatasi dampak krisis global yang mengancam Indonesia. Pemerintah mengundang ekonom dan pebisnis indonesia untuk duduk satu meja, saling dengar pendapat dan masukan, serta mengatur strategi untuk menghadapi dampak kebangkrutan ekonomi Amerika. Adalah kewajiban pemerintah untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi dan moneter bangsanya, dan dilain pihak tidak ada pengusaha yang ingin merugi dalam berbisnis, ditambah lagi kemampuan ekonom kita yang terus belajar atas pengalaman pahit satu dekade lalu, memberikan semangat baru dalam basis pertahanan ekonomi dan moneter Indonesia sebagai sebuah bangsa. Oleh karena itu kali ini secara umum Indonesia mempunyai “kesempatan” yang lebih baik untuk melewati krisis sekaligus tetap menjaga pertumbuhan ekonominya. Read the rest of this entry »

admin on February 11th, 2009

tolstoy

Moskow, akhir Desember 2008. Salju menyergap kota. Cuaca bergerak di angka -10 derajat; dingin, putih, indah, sekaligus romantis. Di jantung kota, Jalan Ilva Tostowo, di atas tanah seluas kurang lebih tiga hektare, berdiri rumah kayu yang kokoh berwarna cokelat; begitu tua, sarat sejarah, dan kenangan. Di sanalah Lev Nikolaevich Tolstoy, pemikir, penulis besar yang pernah dimiliki Rusia tinggal bersama istri dan ke-13 anaknya.

Memasuki rumah itu adalah memasuki museum kenangan yang mengagungkan; rapi, dialogis, dan penuh dengan mimpi orang tua tentang masa depan anak-anaknya. Rumah Tolstoy adalah rumah yang penuh dengan artistik ruang dengan segala peran; tempat berteduh, berbincang, berkarya sekaligus membesarkan dan mewujudkan harapan-harapan akan masa mendatang. Dari rumah itu pula ketiga karya fenomenalnya terlahir; Perang dan Damai, Anna Karenina, dan Hari Minggu. Melangkahkan kaki ke rumah itu, serasa Tolstoy hadir di depan pintu dan menyapa; ”Selamat datang kawan, selamat datang di rumah kami, nikmati apa yang ada.” Read the rest of this entry »

admin on February 11th, 2009

Perasaan yang mulia mendekati kita

Di hati mereka mengharap makanan

Cinta yang membara kepada tanah air

Cinta untuk kuburan sang ayah

-A.C. Phuskin-

Sebelumnya penulis ingin mengenalkan A.C. Phuskin, seorang penulis yang cukup termasyur di tanah airnya, Rusia. Tulisan ini pun hanya bagaian kecil dari pemikiran penulis tentang Indonesia. Manusia ingin berbeda demi pengakuan atas dirinya, begitu pula sebuah bangsa. Kita masih punya harga diri dan kita tidak bisa terpatok pada situasi yang ada dan dominasi-hegemoni. Kita merupakan bangsa yang kaya, besar tapi kenapa hingga saat ini kita masih terpuruk dengan adanya dominasi-hegemoni asing. Meraung-raung hingga kelaparan di rumah kita sendiri. Sudah cukup bangsa kita menjadi Negara yang pragmatis, menjadi pembeli pertama, bangga akan hasil karya asing dan terbuai akan dunia utopia yang berstatus metropolitan. Ini merupakan kisah klasik.

Populi Vacante, kekosongan masyarakat. Read the rest of this entry »